Death on the Nile dirilis pada Februari 2022 dan mulai tersedia di layanan streaming Disney + semenjak bulan April 2022. Film ini merupakan sekuel dari Murder in the Orient Express yang dirilis pada 2017. Meski disebut sekuel, dua cerita film ini bisa dibilang berdiri sendiri. Review Death on the Nile 2022 bisa dibaca di artikel ini.

Death on the Nile merupakan perjalanan seorang detektif terkenal asal Belgia bernama Hercule Poirot. Dia ikut serta dalam perjalanan mewah dan privat seorang pengusaha yang menikah. Perjalanan dilakukan di Mesir, khusunya di sebuah pelayaran mewah di atas sungai nil.

Detail Produksi

Film ini disutradarai oleh Kenner Branagh dengan skenario ditulis oleh Michael Green. Cerita tentang petualangan Hercule Poirot ini sebenarnya sebuah novel misteri yang disutlis oleh novelis asal Inggris, Agatha Christie.

Tak hanya berperan sebagai sutradara, Kenneth juga memerankan tokoh utama, Detektif Hercule Poirot. Selain itu Death on the Nile juga dibintangi oleh Gal Gadot, Annete Bening, Armie Hammer, Tom Bateman, Letitia Wright, Sophie Okonedo, dan Emma Mackey.

Proyek film ini mendapat lampu hijau  hanya beberapa bulan setelah perilisan film pertamanya dianggap sukses. Setidaknya membutuhkan waktu hampir dua tahun untuk mengembangkan skenario dan mengumpulkan pemain. Proses syuting dilakukan pada 2019.

Meski menceritakan latar tempat di Mesir, film ini diproduksi sepenuhnya di Inggris, kapal dan kuil Abu Simbel sepenuhnya buatan studio.

Sinopsis Death on the Nile

Cerita film ini berfokus pada kisah hidup perempuan pengusaha sukses bernama Linnet Ridgeway (diperankan oleh Gal Gadot). Si Linnet ini memiliki kisah percintaan yang sedikit rumit. Bisa dibilang ia merebut kekasih sahabat terdekatnya, seorang sahabat yang dia percaya tidak pernah menginginkan kekayaan Linnet.

Namun, cinta memang membutakan, Linnet jatuh cinta dengan Simon Doyle, yang tak lain tak bukan adalah kekasih sahabatnya Jacqueline de Bellefort (diperankan Emma Mackey). Singkat cerita Linnet dan Simon akhirnya menikah. Mereka menyelenggarakan resepsi dan bulan madu mewah di Mesir. Hanya orang-orang terdekat Linnet yang diundang, ditambah dengan sang detektif Hercule Poirot yang secara misterius ada di Mesir dan diundang ke pesta tersebut.

Setelah kekasihnya di rebut, Jacqueline kerap secara misterius datang di setiap acara Linnet. Merasa tak nyaman, Linnet dan Simon memohon kepada Hercule untuk menyelidiki motif Jacqueline.

Kekacauan yang tidak pernah disangka-sangka pun terjadi, saat suatu pagi, Linnet tak lagi bangun. Hercule Poirot menjadi harapan satu-satunya untuk mengungkap pembunuhan berencana tersebut.

Panduan Nonton Death on the Nile

Film seperti Death on the Nile ini cocok bagi teman-teman semua yang menyukai cerita-cerita detektif. Penonton dituntut untuk teliti dan memahami semua dialog dalam film, serta secara mandiri mengingat karakteristik setiap tokohnya.

Hal ini diperlukan agar efek misteri dalam film bisa benar-benar tertransfer kepada penonton. Kalau Anda menonton dengan cara disambi mengerjakan hal lain, pastinya Anda akan terlewat poin-poin khusus yang membuat aksi sebuah karakter bisa menjadi masuk akal. Kalau sudah terlewat, pasti filmnya kurang memberi efek misteri.

Ulasan Death on the Nile

Death on the Nile memiliki formula yang sebenarnya mirip dengan film pertamanya, yaitu Locked-room Murder Mistery. Kejahatan yang terjadi di ruang tertutup, pelakunya bisa dipastikan salah satu dari penghuni atau penumpang ruang tertutup itu. Dalam film ini digambarkan sebagai kapal hotel bernama S.S. Karnak.

Semua karakter memiliki motif untuk melakukan kejahatan kepada Linnet, hal ini membuat konflik semakin menarik dan menegangkan. Penonton pasti sudah membuat analisa-analisa tersendiri mengenai pelaku sebenarnya.

Death on the Nile bagus dalam hal kostum dan penataan artistik ruangan dalam film. Menggunakan latar waktu 1930-an, nuansa klasiknya benar-benar terasa, mulai dari busana para tokohnya, hingga setting latar dalam film tersebut.

Bangunan cerita film ini bisa dibilang cukup kokoh sehingga tidak dirasa ada plot hole yang membuat jalinan cerita terasa janggal. Kalau penonton jeli, pasti di pertengahan konflik akan menebak tokoh mana yang menjadi dalang dari semua tragedi, namun film ini bisa seolah-olah menyangkal hal tersebut.

Karakter deterktif Poirot di film ini dibangun dan dihidupkan dengan sangat ciamik. Pernyataan dan tindakannya bisa dibaca dan dilogikakan penonton. Kita tidak akan menemukan tebakan fenomenal sang detektif tanpa penjelasan yang masuk akal.

Bagi Anda yang ingin vitamin agar  otaknya sedikit terasah, tonton deh film ini.