Satu lagi film superhero DC menjadi pusat perhatian dan gunjingan netizen, namun bukan karena prestasinya di layar lebar. Awal Agustus 2022 proyek film Batgirl yang dijadwalkan rilis tahun ini secara resmi batal rilis. Kabar ini cukup mengejutkan dan menambah daftar panjang film-film superhero DC yang bermasalah.

Laman nypost.com pertama kali mengungkapkan kabar ini dari sebuah sumber yang dirahasiakan.  Dikabarkan Batgirl yang awalnya dapat alokasi biaya produksi sekitar 70 juta dolar AS namun bengkak hingga lebih dari 100 juta dolar AS.

Kemudian setelah diadakan screening test film tersebut dianggap gagal untuk memuaskan penonton. Oleh karena itu demi masa depan film-film DC, maka WarnerBrosDiscovery memutuskan untuk membatalkan filmnya.

“Mereka menganggap film Batgirl tak layak dibahas dan tidak mungkin bisa menghasilkan uang,” jelas sumber nypost.

Sempat Direncanakan Rilis Layar Lebar

Dari awal Batgirl memang direncanakan untuk perilisan ekslusif di HBO Max. Namun di bulan April, sempat diberitakan Warner Bros mempertimbangkan untuk perilisan di layar lebar. Namun, kini semua hal itu sudah tinggal kenangan belaka.

Dalam perkembangannya, Batgirl sempat akan ditulis dan disutradarai oleh Joss Whedon, namun pada 2017 ia mundur. Kursi sutradara pun diambil alih Adi El Arbi dan Bilall Faliah. Barbara Gordon si Batgirl diperankan oleh Leslie Grace, J.K. Simmons memerankan James Gordon, dan Michael Keaton yang kembali memerankan Bruce Wayne si Batman.

Awal tahun 2022 Leslie sempat mengunggah foto dirinya menggunakan kostum Batgirl. Bahkan proses syuting filmnya pun sudah selesai dan sekarang sedang dalam proses pasca-produksi.

Perubahan Manajemen & Merger

Serbelum merger dengan Discovery, Warner Bros dipimpin oleh Toby Emmerich. Ia juga yang mempertimbangkan Batgirl tak hanya rilis di HBO Max. Namun setelah proses merger selesai, tampuk kepemimpinan pun berubah. Kini bernama Warner Bros Discovery, perusahaan tersebut dipimpin oleh David Zaslav.

“Kerputusan untuk tidak merilis Batgirl adalah sebuah pergeseran strategi kepemimpinan kami terkait DC Universe dan HBO Max,” ungkap juru bicara resmi Warner Bros, seperti dikutip dati The Hollywood Reporter (THR).

Dalam statemen resmi itu, Warner Bros. juga menegaskan keputusan ini tidak ada hubungannya dengan kualitas akting Leslie Grace yang memerankan Batgirl. Selain itu juga bukan karena kualitas dari sineas film dibalik produksi Batgirl.

THR juga mengutip sumber terpercaya yang tidak disebutkan identitasnya. Dalam informasi tersebut salah satu alasan utama adalah biaya produksi Batgirl yang diproduksi untuk layanan streaming sudah tak lagi sesuai dengan tujuan baru dari perusahaan setelah merger.

Tak Masuk Promo San Diego Comic Con

San Diego Comic Con merupakan ajang promosi bagi rumah-rumah produksi yang memproduksi film-film dari komik. Ajang yang digelar akhir Juli 2022 kemarin dijadikan sebagai ajang promosi.

Marvel Studios mengumumkan segudang proyek baru mulai dari serial dan film layar lebar. Warner Bros pun juga mendapat slot untuk proyek-proyek DC, namun pada kesempatan itu Batgirl tak sekalipun disebut dalam promosi. Hal itu bisa menjadi salah satu pertanda bahwa keputusan untuk membatalkan Batgirl sudah ada sejak bulan Juli 2022.

Peristiwa ini menjadi tambahan daftar panjang kekacauan proyek DC Extended Universe. Mereka sepertinya belum akan mampu mengejar Marvel Cinematic Universe yang meski tak semua filmnya disukai kritikus, namun secara bisnis masih menguasai.