Review film kali ini  adalah film berjudul Don’t Look Up. Sebuah drama satir yang menggambarkan sifat dan kondisi manusia-manusia elit di akhir zaman.

Don’t Look Up merupakan film terbaru dari Jennifer Lawrence dan Leonardo DiCaprio. Film ini dirilis global di Netflix pada 24 Desember 2021. Sebelumnya saya tidak mengikuti pemberitaan dan perkembangan terkait film ini. Nama-nama pemeran dan fisik DiCaprio yang dibuat agak berisi membuat saya langsung tertarik menonton film ini. Setelah ditonton, tentunya sekarang waktunya untuk me-review film Don’t Look Up.

Selain DiCaprio dan Jennifer Lawrence, film ini diramaikan cukup banyak nama-nama besar seperti Meryl Streep, Jonah Hill, Cate Blanchett, Mark Rylance, Tyler Perry, Rob Morgan, Ron Perlman, Ariana Grande, hingga cameo Chris Evans.

Laman Netflix mengklasifikasikan Don’t Look Up sebagai film drama komedi dengan sentuhan fiksi ilmiah, serta drama isu sosial. Banyak ya genre nya? Memang film ini mengandung semua unsur tersebut. Untuk komedi, menurut saya lebih ke bentuk satir.

Ceritanya berfokus pada seorang Mahasiswi Doktor di bidang Astronomi bernama Kate Dibiasky (Jennifer Lawrence) yang menemukan komet berdiameter 9-10 KM menuju ke bumi. Data itu dia berikan kepada dosennya, Dr Randall Mindy (Leonardo DiCaprio). Setelah di cek berulang kali, keduanya mengambil keputusan bahwa data sudah valid dan komet tersebut benar-benar menuju ke bumi. Bahkan Kate menghitung waktu tempuh sebelum tabrakan kurang lebih 6 bulan. Efek tabrakan komet sebesar itu tentunya bencana global yang bisa menyebabkan punahnya seluruh makhluk hidup di bumi.

Singkat cerita, data itu dikirim ke institusi yang lebih tinggi agar pemerintah mengambil tindakan. Di sinilah Dr. Mindy dan Kate menemui kenyataan bahwa sains dan data yang bisa dipertanggung jawabkan itu tidak dianggap ada oleh khalayak. Pihak-pihak yang memiliki kekuatan untuk membangun opini seperti pemerintah dan media-media besar tidak percaya hal itu dan cenderung menolak data karena tidak sesuai dengan hal-hal yang disukai mayoritas orang.

Sindiran Untuk Para Powerfull People

Dalam film tersebut dua tokoh utama memang sempat ditemui oleh orang nomor satu di Amerika Serikat. Kondisi mereka saat akan bertemu sang presiden pun sudah menjadi sebuah sindiran. Mereka membawa kabar super penting, bahkan bisa dibilang lebih penting dari semua pertemuan lainnya. Namun Dr. Mindy dan Kate malah terlantar di White House karena sebuah sureprise ulang tahun. Ditambah lagi mereka ditipu Jenderal yang bersikap seolah-olah peduli dengan mereka.

Setelah presiden dan tim nya bersedia menemui Dr. Mindy dan Kate, keduanya hanya ditertawakan dan presiden hanya menyuruh menunggu dan melihat perkembangan.  Sang presiden digambarkan sebagai sosok egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tak mempercayai Dr. Mindy dan Kate karena keduanya bukan siapa-siapa. Dua orang itu baru dihargai setelah sang Presiden merasa butuh keahlian keduanya.

Saat mengetahui informasinya tidak dihargai presiden dan tim nya, maka Dr. Mindy dan Kate mencari solusi lain. Solusinya adalah tampil di sebuah talk show populer di televisi dengan harapan bisa viral di media sosial sehingga pemerintahan bisa segera mengambil tindakan.

Namun, harapan keduanya malah menjadikan semua semakin rumit. Acara TV itu bahkan tidak menganggap informasi yang ada itu benar adanya. Semua informasi yang buruk dikemas sedemikian rupa hingga menjadi sajian tontonan yang menyenangkan. Liar nya media sosial malah menyerang Kate yang berteriak paling lantang untuk memperingatkan semua orang.

Dalam Don’t Look Up kita dihadapkan dengan gambaran orang-orang berpengaruh dan harusnya melindungi rakyat dan institusi yang bisa mengedukasi masyarakat malah tidak mencerminkan hal yang semestinya. Mereka hanya memikirkan diri sendiri. Relate ga sih sama kondisi sekarang?

Don’t Look Up menggambarkan bagaimana kekacauan akan menjadi semakin parah apabila orang-orang berpengaruh dan media sudah tidak mengedepankan kewajiban moral. Mereka yang mempunyai kekuatan hanya memikirkan nasib segelintir orang dan memberikan kesan kepada khalayak kalau tidak terjadi apa-apa.

Media sebagai ujung tombak untuk menyebarkan informasi malah masih memuja uang dengan terus-menerus memberikan tontonan semu bagi masyarakat tanpa ada niat untuk mengedukasi.

Dalam kondisi tersebut, saya sebagai penonton malah berdoa agar film tersebut berakhir dengan kiamat dan musnahnya bumi. Agar mereka yang masih bisa berpikir jernih segera terbebas dari kesengsaraan, dan yang jahat akan sadar kalau mereka tidak bisa menguasai segala hal.

Kesimpulan

Don’t Look Up menggambarkan kenyataan pahit dalam sistem kehidupan manusia di level yang cukup ekstrem. Apabila ditarik ke kehidupan nyata, hal tersebut bisa dipastikan benar-benar terjadi namun mungkin dalam level yang jauh lebih kecil.

Siapa yang pernah merasa tertindas saat bekerja? Mengetahui tempat kerja tidak melaksanakan kewajiban sesuai peraturan pemerintah. Namun sebagai pekerja kita tidak bisa memprotes atau mengadukan ke pihak berwajib. Karena kalau kita nekat, tidak menutup kemungkinan malah kita sendiri yang rugi.

Don’t Look Up sangat layak untuk ditonton, cukup menghibur karena nama-nama besar di dalamnya. Jennifer Lawrence tetap yang terbaik.